Wednesday, October 24, 2012

khansa birth story

Pagi hari ini, terdengar tangisan bayi dari kamarku, rupanya Khansaku sudah bangun. Seperti biasa dia pipis dan ingin nenen uminya lagi. Inilah fase kehidupan baruku, sebagai ibu :).

Beginilah cerita ini bermula...

16 september 2012

Sesuai perhitungan HPHT (hari pertama haid terakhir), hari ini adalah hari launchingnya bayiku. Tapi aku belum merasa mules ataupun tanda-tanda yang lain. Bagaimanapun tanggal itu hanya tanggal perkiraan. Bayiku punya waktunya sendiri kapan launching. Gerakannya pun masih aktif seperti biasa. Dan juga bu bidan yang memeriksaku bilang, kalau sudah lewat HPL 4-5 hari baru periksa ke RS untuk dilakukan USG, mengetahui apakah bayiku masih baik-baik saja.

20 September 2012

Masih belum ada tanda-tanda, aku periksa ke bidan. Kata bu bidan "ke RS aja ya mba, posisi kepala masih di atas, ke RSnya boleh hari ini, boleh juga besok, asal jangan Sabtu". Akupun mengiyakan. Aku bilang ke ibuku kalau ke RSnya hari ini saja, tapi kata ibu hari Jum'at saja. Aku menghubungi suamiku yang di Depok karena bekerjanya di sana. "Abi, ke Sampang sore ini ya, besok Jum'at kita ke RS". Suamiku mengiyakan. Sore harinya menghubungi tetangga untuk menjadi supir ke RS besok pagi-pagi jam 6. Pukul 9 malam seperti biasa aku tidur, tidak ada perasaan apa-apa, nyaman-nyaman saja. Aku tidur sekamar dengan ibuku.

21 September 2012

01.00
Seperti biasa aku ke kamar mandi berkali-kali untuk buang air kecil. Tapi lama kelamaan rasanya beda, perutku mules seperti mau buang air besar dan seperti ketika aku sedang haid. Pindah posisi tidur tetap saja, justru ketika dibawa jalan-jalan agak membaik, makin lama makin dahsyat rasanya dan makin intens. Pukul 3 pagi ibuku terbangun dan kaget melihatku yang sedang mondar-mandir. "Kayaknya kamu udah tanda-tanda nih, ayo ke Puskesmas periksa".

03.00
Sesampainya di Puskesmas, ada bidan jaga, bidan melakukan VT dan ternyata sudah pembukaan 2. Bidan segera merujukku ke RS, dan aku memang telah jauh-jauh hari memilih RSUD Banyumas, berdasarkan rekomendasi sahabatku, RSUD ini mendapat penghargaan tingkat internasional. Bapakku segera membangunkan supir, aku SMS suami agar langsung ke RS karena di luar dugaan, aku mulas duluan dan sudah pembukaan 2. Perjalanan selama sekitar 30 menit, mulasku semakin intens, jalanan masih sangat sepi dan gelap.

 Foto RSUD Banyumas, sumber gambar : http://rsubanyumas.go.id

03.30
Aku langsung menuju IGD bersama ibuku dengan berjalan perlahan-lahan karena mulas yang makin intens. Bidan dan perawat segera memeriksaku, pembukaan sudah 4. Dokter datang, beliau "memarahi" kami yang telat datang, posisi sungsang tapi ke RS setelah mulas. Jadi sebenernya kami pun sudah rencana, dan memang DIAlah Maha Kuasa, qadarullah mulas duluan. Dokter langsung menyodori surat tanda tangan operasi, mau tidak mau harus segera dilakukan tindakan operasi sebelum pembukaan makin lengkap dan dedek bayi keluar. Mungkin memang ada yang bisa selamat melahirkan bayi dengan posisi sungsang, tapi ada juga kasus yang tidak selamat, dan pihak RS tidak mau mengambil resiko, begitu juga denganku. Bismillah, sesungguhnya operasi adalah bentuk ikhtiar kami sebagai manusia, tetap sang Maha Penentu adalah Allah.

04.00
Petugas medis mulai menyiapkan segala keperluan operasi dadakan yang tidak dapat secepat membalikkan telapak tangan, butuh proses. Pemeriksaan ini itu yang aku juga tidak paham, hehe. Memastikan ketersediaan darah, ruang operasi, dokter anestesi yang waktu itu belum ada di tempat, dan lain-lain.

07.00
Aku dibawa ke ruang operasi, pembukaan sudah 9! hampir lengkap sebenarnya. Proses operasi berlangsung begitu cepat, karena dari pukul 1 malam aku sudah terjaga dan merasakan mulas, jadi ketika proses operasi, aku tertidur karena kelelahan.

07.30
Alhamdulillah operasi berjalan lancar, anakku lahir dengan selamat dan sehat dengan berat 2,6 Kg dan panjang 49 cm. Sungguh skenarioNya sangat indah, aku merasakan dua jenis proses melahirkan, normal dan sesar, aku merasakan bagaimana nikmatnya mulas sampai pembukaan 9 dan perasaan ingin mengejan yang teramat sangat. Aku merasakan apa yang dulu ibuku rasakan, jadi makin sayang ibu, dan salut untuk seluruh ibu di dunia. Suamiku langsung mengadzani bayi kami, bayi kami diam selama diadzani, masya Allah.

 Foto anakku ketika baru lahir

22 September 2012
Aku masih di RS untuk pemulihan pasca operasi, bayiku rawat gabung denganku. Permasalahan baru muncul, ASIku belum keluar. Berkali-kali bayiku dilatih nenen denganku, tapi ASI masih belum juga keluar. Hal ini sebenarnya wajar, bahkan ada yang sampai hari ketiga ASI baru keluar, dan bayi punya cadangan makanan yang bertahan selama 72 jam. Tapi ternyata bayiku sudah merengek ingin menyusu. Dari artikel yang aku baca, mungkin sebenarnya hanya ingin dipeluk ibunya karena adaptasi dunia luar yang jauh berbeda dengan kondisi ketika dia masih di perut. Ibuku panik, dan ingin memberi susu formula, alhamdulillah, RSUD Banyumas sangat-sangat pro ASI. Dokter melarang kami memberi apapun selain ASI. Bahkan ketika suhu tubuhnya mencapai 38 derajat, pihak RS tetap melarang kami memberikan apapun selain ASI. Ibuku sampai menghubungi kepala dinas kesehatan yang kebetulan tetangga kami, meminta back up pembolehan pemberian susu formula, tapi tetap saja, tidak boleh. Alhamdulillah ibuku tidak bertindak nekat dengan tetap memberikan susu formula, sangat wajar ibuku panik, beliau usianya sudah banyak, jadi tidak tega melihat bayi menangis.


Dokter menyarankan untuk membuka baju bayiku dan skin to skin denganku untuk menurunkan suhu tubuhnya, selanjutnya diseka air hangat, benar juga, suhu tubuhnya tidak lama menurun kembali normal. Menjelang Shubuh, perawat yang mengetahui bayiku menangis sejak semalam sampai pagi mengusulkan untuk menyusui bayiku, alhamdulillah, bayiku akhirnya tidur. Selama bayiku tidur, aku terus mencoba memompa ASI menggunakan breastpump manual. Perlahan ASIku mulai keluar, ASIP disimpan di dalam botol dan disimpan di kulkas.

24 September 2012
Aku dan bayiku pulang ke rumah, alhamdulillah kondisiku sudah pulih, ASI sudah lancar, dia sudah pintar menyusu. Tepat di hari ke tujuh kami melangsungkan Aqiqah. Anak kami beri nama Khansa Nabila Rahma, yang kelak semoga menjadi anak shalihah, berbakti pada kedua orang tuanya, dan taat pada perintah agama, serta menjadi insan yang berakhlaq mulia, beriman dan bertaqwa. Doakan kami agar mampu menjadi orang tua yang baik dan dapat membimbing anak kami ke jalan yang lurus.



3 comments:

  1. sama kayak iparku, ngejan sampai pembukaan 7 sama akhirnya operasi karena sudah bengkak.

    barakallah mbak, telah menjadi ibu :)

    ReplyDelete
  2. Assalamualaikum mba, salam kenal. Numpang baca pengalamannya (liat dari obrolan di twitter-nya armitha) hehe...
    Waduh ternyata bisa juga ya operasi tp udah ngrasain kyk mau normal. Sebentar lagi giliranku. Bismillah

    ReplyDelete

visitor

free counters