Friday, May 25, 2012

(copas) Ibu hamil harus cerewet

Usia kehamilan Ambar Hariani, 36 tahun, baru masuk hitungan bulan saat mendampingi suaminya yang bertugas di negeri panser, Jerman. Warga Tebet yang berprofesi sebagai dokter gigi itu tinggal di sebuah apartemen di kota sebelah barat daya Jerman, Karlsruhe. Ada perasaan canggung yang ia alami kala itu. Penguasaannya yang minim akan bahasa Jerman membuat ia cenderung menutup diri ketika berinteraksi dengan orang-orang sekitar.

Janin yang dikandung Ambar kini tumbuh menjadi balita, namanya Imam Abdul Karim. Saat ini, Imam memiliki dua adik kandung, Fathin dan Balqis. Namun dibandingkan dengan kedua adiknya, Imam merupakan tipikal anak yang pendiam dan sulit berinteraksi dengan rekan-rekan di sekitarnya. Bahkan acapkali menangis. “Anak saya yang pertama tidak berani tampil. Cengeng kalau bertemu dengan orang yang baru ia kenal,” ujar ibu tiga anak tersebut.

Berbeda dengan Imam, karakter Fathin, tiga tahun, tergolong anak yang periang. Ia mudah berbaur dengan rekan-rekan seusianya. Tidak terkecuali dengan orang yang lebih dewasa darinya. Fathin memiliki kemampuan berbahasa yang baik. Cara berkomunikasinya pun lancar dan mudah dipahami. “Anak saya yang kedua dikandung saat saya sudah dua tahun di Jerman dan sudah bisa berbaur dengan orang-orang sekitar,” katanya.

Perbedaan karakter kedua anaknya itu sempat membuat Ambar berpikir akan masa-masa kehamilannya dulu. Muncul pertanyaan: “Apakah proses kehamilan seseorang mempengaruhi pembentukan karakter seorang anak?” Anggapan Ambar tidak keliru! Sejumlah penelitian mendukung kesimpulannya, yaitu bahwa proses yang dialami seorang ibu saat hamil ternyata berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter seorang anak.

Kepala Subbidang Kesehatan Intelegensia Anak, Kementerian Kesehatan, Gunawan Bambang Dwiyanto, menjelaskan bahwa perilaku ibu hamil merupakan salah satu faktor yang merangsang pertumbuhan otak pada janin. Karena rasa sedih, stres, riang maupun kondisi kejiwaan yang lain pada ibu hamil, akhirnya akan dirasakan juga oleh janin yang ia kandung. “Kecerdasan seorang anak diturunkan oleh ibu, bukan bapak,” ujarnya.

Menurut Gunawan, peran ibu menjadi sangat sentral lantaran proses pertumbuhan janin tidak pernah lepas dari kondisi tubuh seorang ibu. Berdasarkan fase pertumbuhannya, kata Gunawan, janin mulai bisa merasakan rangsangan di usia 20 weeks ke atas. Pada usia kehamilan 39 weeks, kondisi otak janin mengalami fase kritis karena cenderung mengalami penurunan. “Jadi harus dirangsang supaya cerdas lagi,” ujarnya.

Rangsangan perkembangan otak pada janin bisa dilakukan ibu atau ayah dengan mengelus perut. Sentuhan tersebut merupakan ungkapan kasih sayang yang bisa meningkatkan pembentukan hormon cinta atau yang disebut oxytocin. Tidak hanya itu. Ibu hamil juga bisa melatih kemampuan verbal sang janin dengan mengajaknya berbicara disegala aktivitas, baik saat mandi, makan atau menjelang tidur. “Ibu hamil harus cerewet,” ujarnya.

ngutip here

36 comments:

  1. Jangan lupa denger murotal atau tilawah..

    Kalo naizar lincah banget.. Sampe2 pas rekam jantung sebelum lahiran, alatnyah geser mulu, dan keliatan banget di perut ada yang gerak2.. Sampe perut kaga' simetris gitu, huhu.. Pas dah lahir.. Emang aktif banget :D..

    ReplyDelete
  2. boleh cerewet asal yang 'bermutu' (bukan bermuka tua). Wahai, para suami, jangan bikin stress istri yg sedang hamil, ya.

    ReplyDelete
  3. Kalo bikin stress, efeknyah gimana dok? Kalo yang bikin stress orang di luar suami? Pas hamil Diah sempet kesel sama orang lain, sampe istighfar sepanjang hari, huhu.. Sampe skarang suka kepikiran juga..

    ReplyDelete
  4. Huwaahahhaaha asiiik merasa didukung :p

    ReplyDelete
  5. waahh... tfs, kak kiki.

    *kalo hamil mau jadi aktif, bahagia, ceria, pandai, atraktif, mudah bergaul, baik hati, berjiwa sosial tinggi, rajin, bahagia dsb yang baik2, aahh....

    ReplyDelete
  6. yups bener banget

    kmrn ke bidan juga katanya "bahagia nih dedeknya"

    alhamdulillah

    ReplyDelete
  7. betulll banget bu dokter
    kalo ga mutu kasian dedeknya
    malah diajarin ga bener

    wahai suamiku dengarkanlah kata bu dokter
    xixi

    ReplyDelete
  8. sama diah
    yang bikin stres orang di luar itu
    sabar yaaaah sabaaaar
    *ngomongsamakaca

    ReplyDelete
  9. anty sering ngomong sendiri yaaaa
    ngomong ama peyut maksudnya
    xixi

    ReplyDelete
  10. sip sip

    disiapkan sejak dini itu better

    n_n

    ReplyDelete
  11. evi main sinih sambil bawa bakso kepala sapi :p

    ReplyDelete
  12. baca artikel sambil elus elus perut :P

    thanks ya ki,,,sdh share

    ReplyDelete
  13. yuuuuuk
    eh mau ada market day loh di bejiii
    ikut siiiy
    lokasinya deket ama rumahku soalnyah

    ReplyDelete
  14. Jiah, bumilnya masih nyidam bakso. Xixixi

    ReplyDelete
  15. udah nyobain bakso atom si
    tapi masi penasaran sama bakso kepala sapi
    qeqeqe

    ReplyDelete
  16. sayang aku gak bisa bantu :)
    ayo siapa di Depok yg tahu dimana letaknya bakso kepala sapi buat bumil yg ngidam niy ...hihi

    ReplyDelete
  17. Kiki itu bakso kepala sapi setelah bakso atom, jadi masih terus jalan dikit :)
    Awalnya bakso kepala sapi itu di margonda dkt lele lela yg di kober tp pindah k jl.h.asmawi itu, etapi lagiiiii pas kmrn aku lewat dia tutup. Heuheu mungkin krn di depok terlalu bnyk tempat makan yah jd sainganny bnyk, di ps.minggu ada, dimana lg yaaa

    ReplyDelete
  18. nah iya nty aku udah bolak-balik 2 kali ga nemu2
    jadinya di bakso atom

    huhu

    ga ada lagi ya yang deket

    ReplyDelete
  19. Subhanalloh

    Makasih tuk sharenya ya
    Sangat bermanfaat :)

    ReplyDelete

visitor

free counters