Saturday, April 7, 2012

prefer traditional to modern

tadi siang ada teman baik ke rumah, namanya dyas, mahasiswa S2 UI teknik Industri yang sedang tesis. niatnya dia ke rumah mau belajar jait sama aku. akupun mengiyakan karena kupikir mesin jahit warisan dari bulik engga rusak, cuma perlu dioliin ajah. jadinya aku minta dyas bawa oli mesin jahit. datanglah dyas membawa obeng dan oli. mulai deh kita ngebongkar mesin, mbersihin dan mengguyurnya dengan oli. dan ketika dinyalakan? dinamo menyala, puteran di kanan muter, tapi komponen selanjutnya ga ada yang bergerak sama sekali! wajar si mesin itu udah dari taun 80an. seusiaku bahkan mungkin lebih ya.


seperti membuat kesimpulan, bahwa mesin jahit jenis modern (?) itu susah diperbaiki. dan gampang rusak juga. contohnya mesin jahitku yang di jogja.


sudah rusak juga. ga rusak siy, cuma zigzagnya udah gabisa. dan seringgg patah jarumnya. jadi sepertinyaaa. aku udah gamau lagi punya mesin jahit model gitu. semoga diberikan keluasan Rizki dan RahmatNya agar bisa memiliki mesin jahit manual seperti ini :


sejak SMP aku punya mesin jahit manual ini dan ga ada keluhan sama sekali hingga bertahun-tahun. yang di rumah masih ada cuma karena udah gapernah dipake jadinya berkarat semua. atau mungkin sebenernya masi ada harapan yah asal dibersihkan. cuma dibawanya ke depok repot bener. mending punya baru (maunya :p). atau ada yang punya dan mau menjual 2nd tapi kondisi masi ok, aku mau banget loh, terutama jabodetabek biar enak antarnya. anyone?

No comments:

Post a Comment

visitor

free counters