Saturday, November 26, 2011

Tuesday, November 22, 2011

Monday, November 21, 2011

(copas) UNTUKMU YANG MENGHARAMKAN KATA “JANGAN” DALAM MENDIDIK ANAK: ADAKAH ENGKAU TELAH MELUPAKAN KITABMU?

UNTUKMU YANG MENGHARAMKAN KATA “JANGAN” DALAM MENDIDIK ANAK: ADAKAH ENGKAU TELAH MELUPAKAN KITABMU?

by Yazid Subakti

“Al-Qur’an itu kuno,  Bu, konservatif, out of dated!. Kita telah lama hidup dalam nuansa humanis, tetapi Al-Qur’an masih menggunakan pemaksaan atas aturan tertentu yang diinginkan Tuhan dengan rupa perintah dan larangan di saat riset membuktikan kalau pemberian motivasi dan pilihan itu lebih baik. Al-Qur’an masih memakai ratusan kata ‘jangan’ di saat para psikolog dan pakar parenting telah lama meninggalkannya. Apakah Tuhan tidak paham kalau penggunaan negasi yang kasar itu dapat memicu  agresifitas anak-anak, perasaan divonis, dan tertutupnya jalur dialog?....  “ Katanya sambil duduk di atas sofa dan kakinya diangkat ke atas meja.
 
Pernahkan Bapak dan Ibu sekalian membayangkan kalau pernyataan dan sikap itu terjadi pada anak kita, suatu saat nanti?
 
Itu mungkin saja terjadi jika kita terus menerus mendidiknya dengan pola didikan Barat yang tidak memberi batasan tegas soal aturan dan hukum. Mungkin saja anak kita menjadi demikian hanya gara-gara sejak dini ia tidak pernah dilarang atau mengenal negasi ‘jangan’.
 
Saat ini, sejak bergesernya teori psikoanalisa (Freud dan kawan-kawan) kemudian disusul behaviorisme (Pavlov dan kawan-kawan), isu humanism dalam mendidik anak terus disuarakan. Mereka membuang kata “Jangan” dalam proses mendidik anak-anak kita dengan alasan itu melukai rasa kemanusiaan, menjatuhkan harga diri anak pada posisi bersalah, dan menutup pintu dialog. Ini tidak menjadi masalah karena norma apapun menghargai nilai humanisme.
 
Tidak perlu ditutupi bahwa parenting telah menjadi barang dagangan yang laris dijual.  Ada begitu banyak lembaga psikologi terapan, dari yang professional sampai yang amatiran dengan trainer yang baru lulus pelatihan kemarin sore. Promosi begitu gencar, rayuan begitu indah dam penampilan mereka begitu memukau. Mereka selalu menyarankan, salah satunya agar kita membuang kata “jangan” ketika berinteraksi dengan anak-anak. Para orang tua muda terkagum-kagum member applausa. Sebagian tampak berjilbab, bahkan jilbab besar. Sampai di sini [mungkin] juga sepertinya tidak ada yang salah.
 
Tetapi pertanyaan besar layak dilontarkan kepada para pendidik muslim, apalagi mereka yang terlibat dalam dakwah dan perjuangan syariat islam. Pertanyaan itu adalah “Adakah Engkau telah melupakan Kitabmu yang di dalamnya berisi aturan-aturan tegas ? adakah engkau lupa bahwa lebih dari 500 kalimat dalam ayat AL-Qur’an menggunakan kata “jangan”?
 
Salah satu contoh terbaik adalah catatan Kitabullah tentang Luqman AL-Hakim, Surah Luqman ayat 12 sampai 19. Kisah ini dibuka dengan penekanan Allah bahwa Luqman itu orang yang DIa beri hikmah, orang arif yang secara tersirat kita diperintahkan untuk meneladaninya (“walaqod ataina luqmanal hikmah….” . dst)
 
Apa bunyi ayat yang kemudian muncul? Ayat 13 lebih tegas menceritakan bahwa Luqman itu berkata kepada anaknya “Wahai anakku, JANGANLAH  engkau menyekutukan Allah. Sesungguhnya syirik itu termasuk dosa yang besar”.
 
Sampai pada ayat 19, ada 4 kata “laa” (jangan) yang dilontarkan oleh Luqman kepada  anaknya, yaitu “laa tusyrik billah”, “fa laa tuthi’humaa”, “Wa laa tusha’ir khaddaka linnaasi”, dan “wa laa tamsyi fil ardli maraha”
Luqman tidak perlu mengganti kata “jangan menyekutukan Allah” dengan (misalnya) “esakanlah Allah”. Pun demikian   dengan “Laa” yang lain, tidak diganti dengan kata-kata kebalikan yang bersifat anjuran.
 
Adakah pribadi psikolog atau pakar patenting pencetus aneka teori ‘modern’  yang melebihi kemuliaan dan senioritas Luqman?  Tidak ada. Luqman bukan nabi, tetapi namanya diabadikan oleh Allah dalam Kitab suci karena ketinggian ilmunya. Dan tidak satupun ada nama psikolog kita temukan dalam kitabullah itu.
 
Membuang kata “jangan” justru menjadikan anak hanya dimanja oleh pilihan yang serba benar. Ia tidak memukul teman bukan karena mengerti bahwa memukul itu terlarang, tetapi karena lebih memilih berdamai. Ia tidak sombong bukan karena kesombongan itu dosa, melainkan hanya karena menganggap rendah hati itu lebih aman baginya. Dan, kelak, ia tidak berzina bukan karena takut dosa, tetapi karena menganggap bahwa menahan nafsu itu pilihan yang dianjurkan orang tuanya.
 
Anak-anak hasil didikan tanpa “jangan” berisiko tidak punya “sense of syariah” dan keterikatan hukum. Mereka akan sangat tidak peduli melihat kemaksiyatan bertebaran karena dalam hatinya berkata “itu pilihan mereka, saya tidak demikian”. Mereka bungkam melihat penistaan agama karena otaknya berbunyi “mereka memang begitu, yang penting saya tidak melakukannya”.
 
Itulah sebenar-benar paham liberal, yang ‘humanis’, toleran, dan menghargai pilihan-pilihan.
Jadi, yakini dan praktikkanlah teori parenting Barat itu agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi liberal. Simpan saja AL-Qur’an di lemari paling dalam dan tunggulah suatu saat akan datang suatu pemandangan yang sama seperti kutipan kalimat di awal tulisan ini.  [yazid S. Mahallul Khotho’ wan Nisyaan]

 

source : here

Friday, November 18, 2011

the boys

eh aku baru donlot lagu-lagunya SNSD album baru "the boys". menurutku lagunya enak-enak dibanding album yang jepang. lebih easy listening. menurutku yah, aku yang ga paham tentang musik, dengerin lagu mereka kayak lagu jadul. ada yang kayak lagu taun 70an, yang judulnya Trick n Telepathy. kalo Sunflower kayak lagu taun 90an, ngebayangin penyanyinya berambut mengembang (tren taun 90an gitu). ada juga yang jaman sekarang kayak The Boys sama How Great is Ur Love. agak kayak techno-techno yang Say Yes n My J, chic banget dan catchy. Vitamin korean pop banget. kalo Lazy Girl kayak lagunya Aqua. mr. Taxi korean version jadi brasa beda sama yang japan version.

while mom's PLPG


while my mom's PLPG, i'm taking picture use webcam :p

produsen ga bakal pernah maju?

terkait quicknote-ku di sini kalo yang namanya produsen ga bakal pernah maju. jadi bermula dari obrolanku dengan adekku, lia, yang lagi mudik cuma buat mengantar barang cantik dari jogja. di rumah lia cerita kalo abiz ikut seminar entrepeneurship di kampusnya. dibilang kalo yang namanya produsen ga bakal maju. dan adekku mengiyakan karena dia inget dengan sebuah toko di jogja. toko busana muslim menjual baju, jilbab, dll. anggep aja nama tokonya adalah "X" terletak di pinggiran kota dan masuk ke dalam. kalo bukan pedagang yang suka kulakan, mbakku ga bakal tau ada toko itu. toko X menjual barang-barangnya dari produksinya sendiri. harganya miring, cocok dah buat yang kulakan. ternyata, toko X yang memasok ke toko-toko yang punya "nama" dan terkenal. ga cuma itu, produknya juga dipake buat merk jilbab terkenal yang ada di tivi2 buat dipake artis-artis main sinetron. kalo langsung beli di toko X itu harganya anggep 100ribu. dan gitu udah masuk toko ternama dan brand terkenal itu harganya jadi dua kali lipatnya. jadi emank toko ternama dan merk jilbab ternama itu kontrak dengan toko X adalah membeli tanpa label. toko ternama dan merk jilbab ternama itu yang kasi label atas nama brand mereka. karena memang begitulah kontraknya. jadi bukan penipuan loh ya, cuma jelas toko X dirugikan (menurutku). coba dia punya power buat kayak toko ternama dan merk jilbab ternama. tentunya dia lebih keren lagi kan. tapi emank ga gampang manajemen dll-nya. nah makanya, mending jadi kayak toko ternama itu yah kayaknya. ga perlu aku jait sendiri, ga perlu aku desain sendiri. yang penting konsepnya ada di aku (misal kayak gitu). trus tadi ada juga yang komen di FB. nyatanya emank gitu, contohnya petani, betapa kita lihat, petani ga dapet banyak dari kerja kerassssssssnya. yang kaya bakul berasnya. hehe

 

eh tapi ada loh produsen yang sukses juga. dengan catatan dia bikin sendiri sekaligus bikin brand sendiri. contohnya idekuhandmade. adore banget deh sama si puri (owner and creator idekuhandmade). hihi. keren. jadi kliatan produknya "puri" banget. pemasarannya juga oke (kayaknya, aku sebagai penonton, ga sampe wawancara, hehe)

share donk temans gimana menurut pendapat kalian?

 

Wednesday, November 16, 2011

copas from Jakarta Fashion Week

just opened it and found this gorgeous dress by "Ady dan Allie" in Jakarta Fashion Week

love it

(copas) Jakarta Fashion Week

buka inih

Dokumentasi Jakarta Fashion Week, yang paling mempesona adalah karya "Ady dan Allie"
here they are



girly brooch new ^_^

IDR 25.000
sms 0897 581 3017

girly brooch new ^_^

IDR 25.000

sms 0897 581 3017

blogwalking hari ini




source here

mom's PLPG

http://indocampus.blogspot.com/2011/11/beasiswa-info-tokyo-tech-seminar-in.html

PLPG


alhamdulillah...selesai juga PLPGnya.

apa itu PLPG? pendidikan dan latihan profesi guru. am i a teacher now? bukan aku, but my mom yang ikut dan aku bertugas sebagai asistennya. and u know what, seIndonesia, guru yang PLPG bawa anaknya cuma ibuku! yeah, hanya ibuku!
kata adekku "ibu payah, kayak anak TK"
sebenernya aku juga ga enak dengan guru-guru yang lain. apa daya, karena aku pikir birrul walidain gituh, karena my mom emank tipe manja jadi i have to stand by her side a whole time.

alhamdulillah tempatnya di srondol, deket tembalang, hometownku dulu jaman S1. masi banyak adik angkatan di sana, so bisa aku tebengi dan aku repoti mereka-mereka. dari mulai nebeng tempat tinggal, makan, motor, nyuci, dll. semoga Alloh membalas kebaikan mereka dengan kebaikan yang banyak. aamiin

tugasku di sana ngapain?
1. bikin RPP. karena berkali-kali revisi, jadinya berkali-kali juga nulisnya. ampe apal sama yang namanya RPP. horeeee.
2. bikin proposal PTK (penelitian tindakan kelas) semacam proposal skripsi gitu deh. sayangnya wifinya dimatiin, jadi harus bolak-balik tembalang srondol cuma buat ke warnet. ga kepikiran sebelumnya buat bawa modem :((
3. bikin media pembelajaran. bikin kartu, tulisan, dll
4. dan tugas yang ga terkait ama PLPG (nyuci, mijetin, dll)

so far seru juga. aku brasa udah jadi guru beneran. apalagi dulu mbak kosku guru di sekolah alam. dan yang aku liat dari PLPG, guru-guru di sekolah negeri, harapannya ngajarnya modelnya kayak di sekolah alam gitu. cuma buat guru-guru yang sudah sepuh kayak ibuku, udah mbah-mbah punya cucu, agak susah emank. mungkin buat guru-guru muda yang ngajar di sekolah negeri (terutama SD). emank bener si, udah ga jaman lagi sekolah adalah kewajiban. tapi sekolah adalah kebutuhan, tempat yang nyaman dan menarik buat anak-anak.

Thursday, November 10, 2011

inkheart

i've just watched "inkheart" movie. the story about a man who can make the character on the story book become real. it makes me imagine, what if i can be like that. what book that i wanna read and make it real. and actually, there's a book that have made it real in my life. hihi. it's KCB *halaaaaaaaaaaaaaah. the difference is no character called furqon. so it just anna and azzam. wkwkwk. 

ni warnet nyetel lagu2 basa korea yang belum pernah aku denger, easy listening ey

lia wallpost :))

Bapak Presiden bertanya pada ibu tua penjual kue,

Bpk : "Sudah berapa lama jualan kue?"
Ibu : "Sudah hampir 30 tahun."
Bpk : "Terus anak ibu mana, kenapa tidak ada yang bantu?"
Ibu : "Anak saya ada 4, yang ke-1 di KPK, ke-2 di POLDA, ke-3 di Kejaksaan dan yang ke-4 di DPR, jadi mereka sibuk sekali pak..."

Bapak Presiden kemudian menggeleng-gelengkan kepala karena kagum... Lalu, berbicara kesemua hadirin yang menyertai beliau,

"Meskipun hanya jualan kue, ibu ini bisa menjadikan anaknya sukses dan jujur tidak korupsi... karena kalau mereka korupsi, pasti kehidupan Ibu ini sudah sejahtera dan tinggal dirumah mewah..."

Bpk : "Apa jabatan anak di POLDA, KPK, KEJAKSAAN dan DPR?"
Ibu : "Sama... jualan kue juga..."

inkheart

i've just watched "inkheart" movie. the story about a man who can make the character on the story book become real. it makes me imagine, what if i can be like that. what book that i wanna read and make it real. and actually, there's a book that have made it real in my life. hihi. it's KCB *halaaaaaaaaaaaaaah. the difference is no character called furqon. so it just anna and azzam. wkwkwk. 

Saturday, November 5, 2011

girly brooch



dagangannya adekku di kampus, sebenernya banyak bentuk dan motif lain. tapi yang dibawa mudik cuma satu. handmade loh. tertarik?

girly brooch

Friday, November 4, 2011

barter

twin mudik, dua-duanya, lia dari UNY jogja, uly dari UNS solo. mereka sama-sama bawa semua bajunya. aku heran, ngapain ni bocah bawa baju banyak, mudiknya aja cuma idul adha duank. ternyata mereka mau barteran baju sama tas. karena bajunya mereka beda, jadi kayak bajunya baru lagi katanya. haha, gud idea. emank enak kalo ukurannya sama. aku, twin, mbakku, dan mbak ipar ukurannya sama semua. jadi yang namanya barteran baju adalah hal biasa :p

double layer

alhamdulillah, i've bought all about hantaran today. ah ya, my sister taught me wearing new hijab style :)

visitor

free counters