Monday, October 31, 2011

(copas) Bahaya Jika Balita diajarkan Calistung

copas dr fb teman, semoga bisa bermanfaat



Anak usia di bawah lima tahun (balita) sebaiknya tak buru-buru diajarkan baca tulis dan hitung (calistung). Jika dipak...sa calistung si anak akan terkena ‘Mental Hectic’.



”Penyakit itu akan merasuki anak tersebut di saat kelas 2 atau 3 Sekolah Dasar (SD). Oleh karena itu jangan bangga bagi Anda atau siapa saja yang memiliki anak usia dua atau tiga tahun sudah bisa membaca dan menulis,” ujar Sudjarwo, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ditjen PNFI Kemendiknas, Sabtu (17/7).



Oleh karena itu, kata Sudjarwo, pengajaran PAUD akan dikembalikan pada ‘qitah’-nya. Kemendiknas mendorong orang tua untuk menjadi konsumen cerdas, terutama dengan memilih sekolah PAUD yang tidak mengajarkan calistung.



Saat ini banyak orang tua yang terjebak saat memilih sekolah PAUD. Orangtua menganggap sekolah PAUD yang biayanya mahal, fasilitas mewah, dan mengajarkan calistung merupakan sekolah yang baik. ”Padahal tidak begitu, apalagi orang tua memilih sekolah PAUD yang bisa mengajarkan calistung, itu keliru,” jelas Sudjarwo.



Sekolah PAUD yang bagus justru sekolah yang memberikan kesempatan pada anak untuk bermain, tanpa membebaninya dengan beban akademik, termasuk calistung. Dampak memberikan pelajaran calistung pada anak PAUD, menurut Sudjarwo, akan berbahaya bagi anak itu sendiri. ”Bahaya untuk konsumen pendidikan, yaitu anak, terutama dari sisi mental,” cetusnya.



Memberikan pelajaran calistung pada anak, menurut Sudjarwo, dapat menghambat pertumbuhan kecerdasan mental. ”Jadi tidak main-main itu, ada namanya ‘mental hectic’, anak bisa menjadi pemberontak,” tegas dia.



Kesalahan ini sering dilakukan oleh orang tua, yang seringkali bangga jika lulus TK anaknya sudah dapat calistung. Untuk itu, Sudjarwo mengatakan, Kemendiknas sedang gencar mensosialisasikan agar PAUD kembali pada fitrahnya. Sedangkan produk payung hukumnya sudah ada, yakni SK Mendiknas No 58/2009. ”SK nya sudah keluar, jadi jangan sembarangan memberikan pelajaran calistung,” jelasnya.



Sosialisasi tersebut, kata Sudjarwo, telah dilakukan melalui berbagai pertemuan di tingkat kabupaten dan provinsi. Maka Sudjarwo sangat berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti komitmen pusat untuk mengembalikan PAUD pada jalurnya. ”Paling penting pemda dapat melakukan tindak lanjutnya,” jawab dia.



Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Srie Agustina, Koordinator Komisi Edukasi dan Komunikasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), menyatakan, memilih mensosialisasikan produk pendidikan merupakan bagian dari fungsi dan tugas BPKN untuk melakukan perlindungan terhadap konsumen.



Dalam hal ini, kata Srie, BPKN memprioritaskan sosialisasi pada anak usia dini. Sebab berdasarkan Konvensi Hak Anak, setiap anak memiliki empat hak dasar. Salah satunya adalah hak untuk mendapatkan perlindungan dalam kerugian dari barang dan produk, termasuk produk pendidikan. ”Untuk itu sejak dini anak dilibatkan, karena di usia itulah pembentukan karakter terjadi,” papar Srie.



Namun menurut Srie, mengedukasi tentang sebuah produk harus menggunakan metode khusus. Tidak dapat berwujud arahan dan larangan, namun dengan cara yang menyenangkan, salah satunya dengan festival mewarnai sebagai salah satu teknik untuk memberikan edukasi. ”Dengan mewarnai, mereka bisa terlibat dan merasa lebur di dalamnya, selain itu dalam gambar yang diwarnai tersebut disisipkan pesan-pesan yang ingin disampaikan,” pungkasnya.

source : http://luarsekolahbisa.com/2010/08/bahaya-balita-diajarkan-calistung-saat-sd-potensi-terkena-mental-hectic/

36 comments:

  1. menarik nih mba, ntar tp bacanya mo pigi dulu... hehe

    ReplyDelete
  2. ah keponakanku cuma tak ajari hafalan, umur 6th kurang... skr udah 2juz.. alhamdulillah... :) tp juga udah bisa baca latin, belajar bareng sama kakaknya..

    ReplyDelete
  3. @danti
    ke mana ke mana ke manaaaa~?
    :p

    @nobi
    iya kalo hafalan justru lagi bagus2nya kayaknya yah

    ReplyDelete
  4. PAUD, TK nang Indonesia tok kayane sing wis ngajarna calistung....

    ReplyDelete
  5. Aku malah gak suka mewarnai. Bosen sebosen-bosennya. Dulu balita aku malah suka baca. Inisiatif sendiri, tanya gmana cara bacanya, dan gak pernah dipaksa sama sekali. Serius. :)

    ReplyDelete
  6. oooh....
    ntar ta ceritani anakku soal mesjid ikan dan doraemon deh... :))

    aku share yah mbak I...

    ReplyDelete
  7. hmmm ngono ta ceritane, dikon nggambar pemandangan baen ki

    *wis mbok isih TK - Tua gambare ra bakal adoh kang gunung kembar+sawah*

    ReplyDelete
  8. wah, saya terkadang suka sekali memberontak... janga-jangan itu memang benar-benar terjadi dan dialami oleh balita yang sudah bisa calistung ya???

    ReplyDelete
  9. ngajarin iqro jg ga blh ya?
    *byk yg masih balita

    ReplyDelete
  10. @pakgambar
    nang korea pripun?

    @mb desi
    mungkin lbh tepatnya hrs sesuai minat yah
    bs jd balita tp sensenya di matematika
    who knows kan bisa aja
    kalo diajarin gambar malah ga minat

    @vera
    ok meluncurrr

    @priyo
    iya ya
    pdhl pemandangan kan bebas
    bisa bae pemandangan nang ngumah

    @friewan
    thanx

    @mb rien
    u're welcome

    @mb yana
    mana fotonya mba?
    :D

    @punyafita
    owh
    iya mba
    jangan dipaksa

    @pak adam
    boleh

    @anty
    u're welcome cantik :D

    ReplyDelete
  11. :)) komen yg terakhir :))

    nah sekarang aku mao kasih tanggepan ah...
    aku setuju sama tulisan di atas, emang balita itu masanya stimulasi kecerdasan yg berorientasi pada permainan &bersenang2, gak ada target akademis. Tapi juga bukan sama sekali ga dibolein diajari calistung jg. Maksutku, kita kudu liat kesiapan anak, ada bbrapa ciri2 anak siap diajak belajar calistung. di antaranya jika si (mata) anak sdh bs mengikuti petunjuk jari kita saat dibacakan buku, mahir membolak balikkan kertas, sama apa lagi yah, udah lupa. Hehe. Tpi point penting saat ngajarin anak calistung adalah tdk ada pemaksaan. smw dilakukan dg enjoy dan akhiri sblm anak bosen.

    Aku jg pernah denger ada anak yg baru siap belajar baca tulis saat usiany menginjak 10 taunan. Tapi kmampuannya g kalah cepet sama anak yg lebih muda.

    Oiya, aku jg pernah baca bhw kemampuan anak belajar di usia 6/7 taun tdk lebih buruk kok dri kemampuan anak usia di bawahnya. Emang kudu pinter2 ortune mbaca situasi anaknya, hehe.

    Maap yak jadi panjang kale lebar :p

    ReplyDelete
  12. masternya dataaaaaang

    yups

    sepakat aku

    dan juga

    harus siap telinganya

    u know kan dant

    banyak orang entah neneknya, tetangga, temen, bakal bilang

    "kok belum bisa ngitung"

    jadi harus istiqomah idealismenya

    haha

    ReplyDelete
  13. ini yang jadi faktor utama... ini lebih berat dari mendidik anak usia dini...

    *koq belum bisa ngitung, kq blum bisa baca, kq ndak sekolah... * :hammer

    ReplyDelete
  14. betul3...

    aku pernah dicurhatin sama ibu2 yg anaknya blm mau sekolah, tp tetangga dan keluarganya yg cerewet. Plis deh, setiap ortu pny kebijakanny sendiri, gayanya sendiri. Kecuali klo gaya ortu itu anarkis, baru bolelah dikritik atau diapa2in... :p

    ReplyDelete
  15. @nobi
    haha
    harus kebal kupingnya

    @danti
    iya betul
    makanya
    harus kuat
    haha
    praktek ga segampang itu bo

    @mb yana
    udah?

    ReplyDelete
  16. @danti
    karena kita udah ngalamin
    *gaya

    @fajar
    catet jar
    ojo manggut thok :))

    @tofan
    ponakane wis bisa maca?
    :p

    ReplyDelete
  17. disekolah bosen ya nak....... ayo jelajah alam!!!!!!!! blusukan ke wanagama, mandi di sungai, ke lembah ugm cari udang, ato susur sungai di bandara, atokaliurang, ato pantai yang banyak cemara udangnya.....
    *mengenang masa kecil
    *ibu yg repot nyiapin bekal, pulang baju kotor

    ReplyDelete
  18. @fajar
    nganggo ipad lah nyatete :))

    @birama
    di sekolah ya bukan disekolah

    n_n

    @ummuyusuf
    okeeeee

    ReplyDelete
  19. nek raporte isine bukan nilai gpp mnrtku
    misal
    si X anaknya pemalu
    si B kadang mencubit temannya

    hehe

    ReplyDelete
  20. wah, thanks udah posting ini. info yg sangat berguna.

    ReplyDelete

visitor

free counters