Friday, October 29, 2010

rejeki tidak akan tertukar

seperti aku ceritain kemaren, Lab organik bakal mantu, eh bukan ding, karena yang nikah cowok, jadinya mbesan yah, haghaghag. so, kita mau beli baju batik seragaman buat kondangan. kata mba sari "ntar kita kayak anak panti", kata mas adem "bukan lagi, kayak pegawai tau, seragaman batik-batik" haha. whatever lah, aku si mau banget ditugasin buat belanja. dimana lagi kalo bukan di pasar bringharjo, yang murah tapi ga murahan
sampe di pasar aku bingung, karena ada buaaaaaaaaanyaaaaaak penjual batik. berjalan sedikit dan mencoba menghampiri kios itu. "bu, batik seragam cewek cowok ada?", jawab penjualnya "oo, sarimbit mba namanya, ada" sambil ngeluarin item berlabel "sarimbit *jadi bayangin blogspot, tinggal klik tag sarimbit, keluar deh produk yang tag-nya sarimbit, haghaghag. setelah milih-milih and tawar-menawar harga, akupun membayar dan membawa pulang batik sarimbit itu. hmmm, cepet banget yah belanjanya. sebenernya aku kalo belanja sendiri tuh cepet banget, karena udah punya barang yang dituju buat dibeli. jadi bukan windows shopping. nyesel juga si, kok gitu doank belanjanya, napa ga muterin pasar dulu, pasti ada yang bagus-bagus n mungkin lebih murah. hmmm,,,gpp si, daripada lama-lama di pasar. lagian inget ini, hehe :




Kesaksian Abu Hurairah radhiyalahu 'anhu :
Muslim berkata - dan telah menceritakan kepada kami Harun ibnu Ma’ruf dan Ishaq ibnu Musa Al-Anshariy, mereka berdua berkata, menceritakan kepada kami Anas ibnu ‘Iyaadh, menceritakan kepadaku Ibnu Abi Dzubaab - di riwayat Harun (ibnu Ma’ruf) sedangkan dalam hadits (Ishaq ibnu Musa) Al-Anshariy - menceritakan kepadaku Al-Harits, dari ‘Abdir-rahman ibnu Mihran Maula Abi Hurairah, dari Abi Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Tempat yang paling dicintai oleh Allah di negeri-negeri adalah Masjid-masjid, dan tempat yang paling dibenci oleh Allah di negeri-negeri adalah pasar-pasarnya.”
HR. Muslim, Shahih no.665; Ibnu Hibban, Shahih no.1600 (4/477) dll.

pelajaran yang bisa diambil adalah bahwa rejeki tiap makhlukNya tidak akan tertukar. bayangkan, dari sekian banyak penjual batik, ada ratusan mungkin, kenapa aku melangkah ke toko itu kalo bukan karena Dia menggerakkan kakiku ke toko itu sebagai rejeki bagi toko itu. karena pemilik toko itu mau berikhtiar dengan berjualan di pasar, Dia memberikan rizkiNya melalui perantara aku sebagai pembelinya.


poto dari sini
 

24 comments:

  1. Ketuker si ngga, tp keduluan orang lain aja..

    ReplyDelete
  2. hmmm???
    itu namanya bukan rejekinya Da.. ;))

    ReplyDelete
  3. weleh...utg jarang2...cb klo sering..bs tiap kondangan ke Bring Harja.C#

    ReplyDelete
  4. hehe
    ini emank udh diplan dr jaman pertama masuk kuliah
    beli batik seragaman buat pranti kondangan

    ReplyDelete
  5. aku g pinter nawar :(
    80rb sepasang
    haruse 50rb deh kayake :(
    huhuhu

    ReplyDelete
  6. kemarin kawan2 satu 35 atau 40 buat seragam nyinom. lebih murah di klewer kayaknya.

    ReplyDelete
  7. Ii' gmn kabar Yogya??? katanya hujan abu dan bau sulfur yaaa???
    moga Allah melindungi warga Yogya.....

    ReplyDelete
  8. @simbah
    owh brarti g kemahalan kan mbah
    ini tiap potongnya 40rb

    @atik
    iya
    di rumah aja makanya
    aamiin

    ReplyDelete
  9. perasaan organik sering bgt beli batik seragaman..
    hehehhe

    ReplyDelete
  10. baru kok
    dulu belum jadi2
    baru deh sekarang beli

    ReplyDelete
  11. Iya, emang udh rejekinya si pedagang :-D

    ReplyDelete

visitor

free counters